
Kalau skincare dianggap sebagai investasi untuk kulit, biasanya perhatian paling besar jatuh pada serum, moisturizer, atau sunscreen. Wajar, karena produk-produk tersebut sering dikaitkan dengan berbagai concern kulit yang ingin kita atasi. Tapi ada satu step yang justru digunakan setiap hari dan sering kali dipilih hanya karena “yang penting bisa membersihkan wajah” yaitu facial wash.
Padahal, membersihkan wajah adalah salah satu langkah paling dasar dalam skincare routine. Setiap hari, kulit terpapar berbagai hal mulai dari keringat, minyak, debu, sisa sunscreen, makeup, hingga kotoran dari lingkungan. Karena itu, memilih facial wash seharusnya bukan sekadar mencari produk yang membuat wajah terasa kesat setelah dicuci.
Apalagi kalau skincare sudah dianggap sebagai investasi jangka panjang. Masa step yang dipakai setiap hari malah asal pilih?
Facial Wash Bukan Sekadar Bikin Wajah Terasa Kesat
Salah satu alasan facial wash sering dipilih berdasarkan sensasi setelah mencuci wajah adalah karena rasa “kesat” dianggap sebagai tanda bahwa kulit sudah benar-benar bersih.
Padahal, kulit yang terasa sangat kesat atau seperti tertarik setelah mencuci wajah belum tentu berarti produk tersebut lebih baik dalam membersihkan. Sensasi tersebut justru bisa menjadi tanda bahwa produk yang digunakan kurang sesuai dengan kebutuhan kulit.
Membersihkan wajah idealnya membantu mengangkat kotoran, minyak berlebih, dan berbagai residu dari permukaan kulit tanpa membuat kulit terasa tidak nyaman.
Itulah kenapa pemilihan facial wash perlu disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan kulit. Bukan hanya melihat apakah setelah digunakan wajah terasa kesat, tetapi juga bagaimana kondisi kulit setelahnya. Apakah kulit terasa nyaman? Apakah tetap terasa lembap? Atau justru terasa kering dan seperti tertarik?
Pertanyaan-pertanyaan sederhana ini bisa membantu kita lebih memahami apakah facial wash yang digunakan sudah sesuai.
Kulit Juga Punya Kebutuhan yang Berubah
Kebutuhan kulit tidak selalu sama sepanjang waktu. Seiring bertambahnya usia, aktivitas, perubahan lingkungan, hingga rutinitas skincare, concern kulit juga bisa ikut berubah.
Dulu mungkin fokusnya hanya ingin wajah terasa bersih. Namun, semakin bertambah usia, perhatian terhadap kulit bisa berkembang menjadi ingin menjaga tekstur, kelembapan, tampilan kulit yang lebih cerah, hingga membantu merawat tanda-tanda penuaan.
Karena itu, facial wash pun nggak harus berhenti pada fungsi membersihkan saja. Kita bisa memilih produk yang sekaligus memiliki kandungan yang mendukung kebutuhan kulit.
Salah satu pilihan yang bisa dipertimbangkan adalah ERHA Age Corrector AHA, BHA, Red Algae Extract Facial Wash.

ERHA Age Corrector AHA, BHA, Red Algae Extract Facial Wash merupakan facial wash yang menggabungkan AHA, BHA, dan Red Algae Extract dalam satu formula.
Kombinasi ini membuat step membersihkan wajah menjadi lebih dari sekadar mengangkat kotoran dari permukaan kulit.
AHA (Alpha Hydroxy Acid) dikenal sebagai salah satu yang membantu proses eksfoliasi pada permukaan kulit. Dalam skincare, AHA banyak digunakan untuk membantu rawat tampilan tekstur dan membuat kulit terlihat lebih halus serta bantu meremajakan kulit. Sementara itu, BHA (Beta Hydroxy Acid) memiliki karakteristik yang membuatnya dapat membantu membersihkan minyak dan kotoran yang berada di area pori-pori. Kemudian ada Red Algae Extract yang juga bantu hidrasi mendalam dan antioksidan untuk lindungi dari penuaan.
Dengan kombinasi tersebut, facial wash ini bisa menjadi pilihan bagi kamu yang ingin menjadikan langkah cleansing sebagai bagian dari perawatan kulit yang lebih terarah, terutama ketika concern kulit mulai berkembang dari sekadar “ingin bersih”.
Kenapa AHA dan BHA dalam Facial Wash?
Mungkin muncul pertanyaan, kalau AHA dan BHA biasanya dikenal sebagai bahan aktif dalam produk eksfoliasi, kenapa ada di facial wash?
Facial wash digunakan pada kulit dalam waktu tertentu kemudian dibilas, sehingga penggunaannya berbeda seperti serum atau toner eksfoliasi yang dibiarkan menempel di kulit.
Karena itu, penggunaan facial wash dengan kandungan aktif tetap perlu memperhatikan kondisi kulit. Jangan merasa bahwa semakin banyak produk dengan kandungan eksfoliasi berarti semakin baik. Justru, skincare routine yang baik adalah yang disesuaikan dengan kebutuhan kulit dan tidak berlebihan.
Kalau kamu sudah menggunakan produk eksfoliasi lain dalam rutinitas, misalnya serum atau toner dengan AHA/BHA, perhatikan juga keseluruhan kombinasi produk yang digunakan agar tidak membuat kulit terasa terlalu kering atau tidak nyaman.
Investasi Kulit Dimulai dari Step yang Paling Sering Dilakukan
Memakai skincare routine seperti membangun sesuatu untuk jangka panjang. Serum mungkin menjadi salah satu produk yang paling menarik perhatian, tetapi sebelum sampai ke step tersebut, kulit perlu dibersihkan terlebih dahulu. Karena itulah facial wash seharusnya tidak dianggap sebagai produk “asal ada”.
Memilih facial wash yang sesuai dapat membantu menciptakan rutinitas yang lebih nyaman dan konsisten. Ketika kulit dibersihkan dengan tepat, kita juga bisa lebih mudah melanjutkan step skincare berikutnya sesuai kebutuhan.
ERHA Age Corrector AHA, BHA, Red Algae Extract Facial Wash dapat menjadi salah satu pilihan bagi kamu yang ingin memberikan perhatian lebih pada tahap cleansing sekaligus merawat concern kulit seperti tekstur dan penumpukan minyak.
Jadi, kalau selama ini kamu lebih sering menghabiskan waktu memilih serum dibandingkan facial wash, mungkin sekarang saatnya melihat skincare routine secara keseluruhan.
Karena investasi pada kulit bukan hanya tentang memilih produk dengan kandungan yang sedang viral atau punya banyak klaim. Selain itu, yang nggak kalah penting adalah memilih setiap step berdasarkan apa yang benar-benar dibutuhkan kulit.
Dan karena facial wash digunakan hampir setiap hari, bukankah sudah waktunya memilihnya dengan lebih sadar?
Temukan informasi dan tips perawatan kulit lainnya di story.erhastore.co.id.



















