
Pasti beberapa dari kalian pernah mengalaminya. Pagi hari wajah sudah bersih dan segar, tapi baru setengah hari beraktivitas, bahkan hanya di dalam ruangan, wajah sudah terasa berminyak lagi. Akhirnya kita bolak-balik ke toilet untuk cuci muka atau mengambil kertas minyak. Kondisi ini bukan cuma tidak nyaman, tapi juga membuat wajah tampak kusam dan kurang percaya diri, apalagi saat harus bertemu orang.
Masalah ini sebenarnya umum dialami banyak orang. Kulit berminyak, sama seperti kulit sensitif, punya gejala dan tingkat keparahan yang berbeda-beda. Ada yang hanya berminyak di area T-zone, ada pula yang produksi minyaknya berlebih di seluruh wajah. Kabar baiknya, masalah ini bisa diatasi dengan perawatan yang tepat. Agar perawatannya tepat sasaran, kita mulai dari memahami apa itu wajah berminyak.
Apa itu wajah berminyak?
Kulit berminyak (seborrhea) adalah kondisi umum yang terjadi ketika kelenjar sebaceous yang membesar menghasilkan sebum dalam jumlah berlebihan, sehingga kulit tampak berminyak dan terasa tidak nyaman.
Sebelum membahas lebih jauh, perlu diingat bahwa sebum sebenarnya bukan musuh. Minyak alami ini berfungsi melindungi dan menjaga kelembapan kulit, jadi dalam jumlah yang pas, keberadaannya justru dibutuhkan. Masalah baru muncul ketika produksinya berlebihan dan tidak terkontrol. Pada kondisi itu, kotoran dan sel kulit mati lebih mudah menempel di wajah, lalu menumpuk dan menyumbat pori-pori. Jika dibiarkan, sumbatan tersebut bisa berkembang menjadi komedo dan jerawat.
5 Hal Penyebab Muka Berminyak
Setelah tahu apa yang terjadi pada kulit, pertanyaan berikutnya adalah apa yang membuat produksi minyak jadi berlebihan. Berikut lima penyebab yang paling sering ditemui.
- Faktor keturunan
Ukuran dan aktivitas kelenjar minyak di wajah sebagian dipengaruhi oleh genetik. Kalau orang tuamu berkulit berminyak, kemungkinan kamu juga mengalaminya. Faktor ini tidak bisa dicegah, tetapi tetap bisa dikontrol dengan perawatan yang sesuai. - Perubahan hormon
Selain genetik, hormon juga berperan besar dalam produksi sebum. Itu sebabnya wajah sering lebih berminyak saat remaja, menjelang menstruasi, atau ketika hormon sedang tidak stabil. Sama seperti faktor keturunan, perubahan hormon tidak bisa dicegah, sehingga fokusnya ada pada cara merawat kulit. - Terlalu sering cuci muka
Banyak orang mengira semakin sering cuci muka, semakin baik untuk kulit berminyak. Padahal membersihkan wajah terlalu sering atau memakai produk yang terlalu keras bisa membuat kulit kehilangan kelembapan alaminya yang buat kulit jadi kering. Kulit yang kering bisa memberi sinyal untuk memproduksi minyak lebih banyak, jadi pilih produk yang sesuai dengan kondisi kulitmu. - Cuaca panas dan lingkungan lembap
Faktor dari luar juga berpengaruh. Udara yang panas dan lembap membuat wajah lebih mudah berkeringat dan terlihat berminyak. Debu dan polusi yang menempel sepanjang hari ikut mempercepat penumpukan kotoran di pori-pori. - Gaya hidup
Terakhir, kebiasaan sehari-hari ikut mempengaruhi kondisi kulit. Stres, kurang tidur, dan pola makan yang tidak seimbang dapat memengaruhi produksi minyak. Kebiasaan sederhana seperti tidur cukup dan menjaga pola makan bisa membantu kulit lebih stabil.
Ciri-Ciri Wajah Berminyak
Dari penyebab-penyebab tadi, kamu mungkin sudah bisa menebak apakah kulitmu termasuk berminyak. Cirinya terlihat dari kulit yang tampak lengket, terutama di area T-zone (dahi, hidung, dan dagu). Wajah sering kali kembali berkilau hanya beberapa jam setelah dibersihkan, karena produksi sebum yang berlebihan.
Kondisi ini juga membuat wajah lebih rentan terhadap pori-pori besar, komedo, dan jerawat. Minyak berlebih dapat menyumbat pori-pori dan menjadi tempat bakteri berkembang biak. Selain itu, kulit berminyak sering sulit mempertahankan makeup. Riasan lebih cepat luntur atau bercampur dengan minyak, sehingga wajah terlihat kusam. Meski begitu, minyak alami ini punya sisi positif, karena kulit yang lembap cenderung lebih elastis. Tetap saja, perawatan yang tepat diperlukan agar minyak berlebih tidak berkembang menjadi masalah kulit lainnya.
Cara Mengatasi Kulit Berminyak

Karena faktor keturunan dan hormon tidak bisa dicegah, yang bisa kamu lakukan adalah mengontrol dampaknya. Salah satu caranya dengan ERHA AcneAct Clean & Cure, yang terdiri dari dua produk yang saling melengkapi, yaitu ERHA AcneAct ACSBP dan ERHA AcneAct Spot Gel.
Pertama, ada ERHA AcneAct ACSBP. Produk ini membantu mengeksfoliasi wajah dengan lembut lewat butiran sphere scrub yang nyaman untuk kulit berjerawat. Di dalamnya ada 2% BHA dan 2,5% sulfur yang membantu melawan bakteri penyebab jerawat sekaligus mengeringkan jerawat. Dengan begitu, kotoran dan minyak berlebih yang menumpuk di pori-pori bisa terangkat, sehingga kulit terasa lebih bersih.
Setelah itu, ada ERHA AcneAct Spot Gel untuk membantu mengatasi jerawat tanpa meninggalkan bekas hitam. Produk ini mengandung 2% BHA dan 3% sulfur untuk melawan bakteri dan mengeringkan jerawat. Plus 4% Niacinamide yang membantu mencerahkan bekas jerawat, jadi kulit tidak hanya bebas dari jerawat, tetapi juga tampak lebih cerah dan merata.
Dengan perawatan yang konsisten, kamu tidak perlu terlalu khawatir lagi dengan wajah yang cepat berminyak, dan tidak perlu repot memakai kertas minyak di tengah hari. Untuk tips perawatan kulit lainnya, kamu bisa membacanya di ERHAStory. Jika ingin tahu kondisi kulitmu saat ini dengan lebih pasti, kamu juga bisa langsung cek melalui Skin AIdentify.



















